Daku….
Diriku..
Aku harus hidup dengan diriku sendiri, maka
Aku harus pantas untuk dikenali diriku
Aku ingin mampu saat hari-hari berlalu
Selalu memandang langsung diriku;
Aku tak mau berdiri, sampai matahari terbenam,
Dan membenci diriku akibat apa yang kulakukan.
Aku tak mau menyimpan di rak lemari
Segala macam rahasia tentang diriku,
Dan membodohi diri sendiri saat aku datang dan pergi,
Orang macam apa diriku ini sebenarnya
Aku tak mau menghias diriku dengan dusta.
Aku ingin bisa tampil dengan kepala tegak
Aku ingin pantas menerima hormat semua orang;
Dan di sini dalam perjuangan demi ketenaran dan kekayaan,
Aku ingin mampu menyukai diriku.
Aku tak mau memandang diriku dan mengetahui
Bahwa aku pembohong, suka bersandiwara.
Aku tak dapat menyembunyikan diriku sendiri dariku
Aku melihat apa yang tak terlihat orang lain,
Aku tau pa ayang tak diketahui orang lain,
Aku tak akan pernah dapat membodohi diriku, maka
Apa pun yang trejadi aku ingin
Menghormati diriku dan bebas dari rasa bersalah
‘Ku tak mau tertinggal
Kulari secepat-cepatnya,
Tapi kalah lagi.
Padahal seharusnya di kaki.
Aku berjuang ke depan,
tapi tertahan di belakang.
Mengapa terus kulakukan ?
Sebab ku tak mau tertinggal.
Semakin keras ku jatuh,
Semakin tinggi ku kn memantul.
Kukerahkan segalanya,
Dan itulah yang terpenting.
Di tempat pertama,
Diriku jarang berada.
Jadi aku berusaha sekuatnya
‘Ku tak mau tertinggal.
Sebagian mengatakan aku tak bisa,
sebagian mengatakan jangan.
Sebagian menyerah,
Jawabku, tidak.
Semua daya ada disini,
Tersembunyi dalam pikiranku.
Keuletanku, itulah keunggulanku,
‘Ku tak mau tertinggal.
Lakukan yang terbaik setaip saat,
Masa depan segera jadi masa silam.
Semakin kukatakan ini,
Semakin jarang aku menjadi yang terakhir.
Sepanjang aku bertanding,
Kubelajar arti kemenangan.
Satu pelajaran sederhana
Mengalah itu jalan termudah.
Maka setiap malam sebelum tidur,
Kuharap dalam hal kecil aku berhasil.
Esok hari baru,
’Ku tak akan tertinggal.






